Pages

Gambar tema oleh borchee. Diberdayakan oleh Blogger.
 

Jumat, 13 Mei 2016

Serangkai Kata Buat Pertiwi

0 komentar



Sajak Per-Muda-an

Masih ingatkah dengan hujan bertalu-pilu
Kian menciut dalam cermin semu
Terlonta oleh malam, tetap saja bersembunyi di balik mendung abu
Itulah aku seperti itu

Masih ingatkah dengan padang kepada ilalang
Acap kali bersapa-sayang
Takkadang pula bersalam bimbang
Dalam tawa terluput hening

Jangan lupakan kepastian api
Bersayap hangat-panas dalam serpihan diri
Kian mampu membakar seonggok nurani

Jangan lupakan keberadaan laut
Mengombak nan sempoyongan dalampergulatan
Lalu, ...:
             Tekad sudah menjadi darah.
             Sadar pun menulang-penguat

Kini, hanya tinggal aku dan Pertiwi
Tak lupuk ku bertaslim padanya:
             Walau ajal kan menjemput
             Walau diri tiba tuk sekarat
             Namun jiwa ini takkan pernah berkhianat

Kau pertiwi,
Bukan… Namun kita Pertiwi,
Bebas bertindak tanpa ada yang tertindas
Karena kita adalah harapan juga masa depan
Dalam panji peradaban

Kian berguna! bukan tersia-sia...


Yogyakarta, 2016